A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php73/ci_session48b7e5712e8d484a0e29bd7276a76d6ebe39cf2a): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 176

Backtrace:

File: /home/justicecollab/public_html/application/controllers/Berita.php
Line: 27
Function: __construct

File: /home/justicecollab/public_html/index.php
Line: 289
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php73)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/justicecollab/public_html/application/controllers/Berita.php
Line: 27
Function: __construct

File: /home/justicecollab/public_html/index.php
Line: 289
Function: require_once

Justice Collaboration News | PJ.Gubernur Turunkan Tim Beserta Bantuan Ke Lokasi Banjir Aceh Tamiang
03 April 2025
logo
Asean

PJ.Gubernur Turunkan Tim Beserta Bantuan Ke Lokasi Banjir Aceh Tamiang

Pj Gubernur Turunkan Tim Beserta Bantuan ke Lokasi Banjir Aceh Tamiang

Jc, Banda Aceh

        Pejabat (Pj) Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, telah mengirim tim Pemerintah Aceh dari unsur Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) ke lokasi banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara sejak kemarin (2/11).

     “Tim Pemerintah Aceh ini datang untuk memberikan bantuan masa panik bagi para pengungsi dan masyarakat,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Kamis, (3/11/2022).

       Menurut MTA, selain bantuan logistik makanan untuk masyarakat, pemerintah juga memberikan bahan bangunan bagi masyarakat yang rumahnya rusak akibat banjir, agar nantinya bisa direhab.

     “Saat ini pemerintah terus membangun koordinasi lintas instansi dalam hal penanganan masa panik. Tindak lanjut akan dilakukan secara terpadu setelah mendapatkan informasi dan lapangan oleh tim nantinya, ” kata MTA.

      Untuk diketahui, banjir bandang di Aceh Tenggara berdampak di 8 kecamatan dan meliputi 23 desa. setidaknya ada 402 jiwa yang harus mengungsi. Sementara itu, dua orang dinyatakan meninggal dunia.

    “Selain puluhan rumah warga, fasilitas umum seperti jembatan, jalan dan sekolah juga ikut rusak,” kata MTA. [A1/Int-Sumber:Biro Admin Pimsetda Aceh]