A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/var/cpanel/php/sessions/ea-php73/ci_session643db14e68117b79d0c43646f268bbf69d4630ca): failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 176

Backtrace:

File: /home/justicecollab/public_html/application/controllers/Berita.php
Line: 27
Function: __construct

File: /home/justicecollab/public_html/index.php
Line: 289
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /var/cpanel/php/sessions/ea-php73)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 143

Backtrace:

File: /home/justicecollab/public_html/application/controllers/Berita.php
Line: 27
Function: __construct

File: /home/justicecollab/public_html/index.php
Line: 289
Function: require_once

Justice Collaboration News | Krisis Makan Korban Lagi,Negara Minta Presiden Mundur
04 April 2025
logo
Internasional

Krisis Makan Korban Lagi,Negara Minta Presiden Mundur

Krisis Makan Korban Lagi, Negara Ini Minta Presiden Mundur!

Jc,Jakarta

     Warga Ghana turun ke Jalan, meminta Presiden negaranya yakni Nana Akufo-Addo mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu dilakukan lantaran negara penghasil kakao ini sedang dilanda krisis ekonomi yang memukul mata uang negaranya yakni Cedi.

     Krisis ekonomi yang menghantam negara ini juga membuat harga bahan bakar dan makanan melonjak hingga ke rekor tertinggi.

    Mengutip Reuters, lebih dari 1.000 warga Ghana turun ke jalan Ibukota Ghana menyerukan pengunduran diri Presiden Nana Akufo-Addo. "Dia telah gagal dan kami memintanya untuk mengundurkan diri. Kenaikan harga bahan bakar yang tinggi membunuh rakyat Ghana," kata pengunjuk rasa Rafael Williams.

     Sebelumnya pada pekan lalu, Presiden Ghana itu sudah berusaha meyakinkan warga Ghana bahwa pihak berwenang akan mengembalikan keuangan negara ke jalurnya setelah inflasi konsumen mencapai 37% pada September, menjadi puncak 21 tahun meskipun pengetatan kebijakan agresif.

     Protes damai adalah yang terbaru dari serangkaian demonstrasi tahun ini atas melonjaknya biaya hidup yang telah membuat orang semakin sulit untuk bertahan di negara di mana sekitar seperempat penduduknya hidup dengan kurang dari US$ 2,15 per hari, menurut Bank Dunia.

     Ghana, yang memproduksi emas, kakao dan minyak, juga mengalami penurunan mata uang cedi lebih dari 40% terhadap dolar tahun ini, menjadikannya salah satu mata uang berkinerja terburuk di kawasan yang menderita akibat dampak global. perlambatan ekonomi.

     "Kami sedang berbicara dengan IMF. Mereka seharusnya tidak memberi mereka pinjaman," kata penjahit Francisca Wintima, yang termasuk di antara mereka yang memprotes di ibukota.

     "Cukup sudah. Kita punya emas, kita punya minyak, kita punya mangan, kita punya berlian. Kita punya semua yang kita butuhkan di negara ini. Satu-satunya yang kita butuhkan adalah Kepemimpinan" (A1/Int-CNBC Indonesia)